17 Oktober 2026
Bal’am bin Ba’ura dan Para Penyihir Fir’aun
15 Oktober 2026
Petunjuk Islam dalam Masalah Mimpi
Sumber : Muslim.or.id
Bismillah wasshsholatu wassalamu ‘ala rasulillah.
Allah Ta’ala berfirman,
وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari…” (QS. Ar-Rum: 23)
Tidak ada satu pun manusia, baik itu laki-laki maupun perempuan, yang sudah dewasa maupun yang masih anak-anak, kecuali pasti pernah mengalami mimpi di saat tidur. Begitu banyak dalil-dalil sahih yang menjelaskan hakikat mimpi ini, namun tetap saja mimpi masih menjadi salah pintu masuk terjadinya khurafat dan perilaku-perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam.
28 April 2025
Sihir dalam kitab Tafsir
Oleh : Ust. Muhammad Faizar Hidayatullah
Gara-gara konten kreator dobol yg mengatasnamakan agama, kami selaku peruqyah ikutan kena imbas dituduh menjual agama dengan dalih ikut mempromosikan adanya penyakit santet dan sihir...
Padahal penyakit karena sihir itu memang nyata, menegakkan diagnosa bahwa penyakit yg dialami pasien adalah sihir juga sah-sah saja dalam pandangan syariat Islam.
Sihir itu memiliki hakikat, dampak kerusakannya nyata.
31 Desember 2024
KEMUNKARAN KOLOSAL DALAM PERAYAAN TAHUN BARU MASEHI
Kita semakin mendekati penghujung tahun lama dan akan masuk ke awal tahun baru masehi. Pada momen tersebut, manusia di penjuru Indonesia bahkan di seluruh dunia beramai-ramai merayakannya. Tak ketinggalan juga sebagian besar dan kaum muslimin, baik remajanya maupun orang tuanya.
Sebagai seorang muslim, hendaknya kita tidak berkata dan berbuat melainkan dengan dasar ilmu. Sikap terbaik bagi kita adalah berilmu dahulu baru berkata atau berbuat. Maka itu, sebelum jauh melangkah mengikuti perayaan tahun baru masehi, hendaknya kita mengkaji terlebih dahulu hal-hal yang berkaitan dengan perayaan-perayaan seperti ini. Apakah Islam membolehkannya atau melarangnya. Sebab, bisa saja seseorang mengerjakan sesuatu yang belum ia ketahui ilmunya, dapat menyebabkan datangnya murka dan siksa Allah ta’ala. Kita memohon keselamatan dan ampunan dari Allah semata.
Berikut beberapa poin penting berkenaan dengan tema. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.
HARI RAYA TAHUNAN UMAT ISLAM HANYA DUA
Perayaan Tahun Baru dan Fenomena Tasyabbuh
Usai sudah perayaan Natal. Hampir seluruh elemen masyarakat turut berpartisipasi menyukseskan ritual umat Kristiani ini.
Tak cukup dengan memberi ucapan selamat Natal, beberapa ormas Islam bahkan mengerahkan massanya dari kalangan ummat Islam untuk memberikan pengamanan di hari Natal tersebut. Padahal, sekadar memberi ucapan selamat Natal dan Tahun Baru saja para ulama telah sepakat tentang pengharamannya.
Tak ada orang waras yang ingin mengucapkan selamat kepada para koruptor, “Selamat atas korupsi besar-besaran Anda.” Atau ucapan, “Selamat Anda telah berzina,” “Selamat, Anda mabuk berat,” “Selamat, Anda telah membunuh kedua orang tua Anda.” Kita tak akan menghadiahkan ucapan selamat kepada pelaku maksiat atas dosa-dosa besar yang mereka kerjakan.
Namun tahukah Anda, bahwa dosa syirik, menyekutukan Allah dosanya jauh lebih besar? Menjadikan sembahan selain Allah, meyakini Allah itu tiga, menuduh Allah memiliki anak, dosanya jauh lebih besar, bahkan pelakunya adalah orang-orang kafir. Pantaskah kita menghadiahkan kepada mereka ucapan selamat atas kekafiran mereka?
Ucapan selamat, paling minimal menunjukkan keridaan kita terhadap akidah dan keyakinan mereka, meskipun kita tak terlibat langsung dalam ritual keagamaan mereka. Sementara Allah telah mengharamkan untuk ridho terhadap kekufuran. Firman Allah, artinya:“Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhoi kekafiran bagi hamba-Nya.” (QS. Al-Zumar: 7).
Pembaca budiman, Allah tidak merihoi kekufuran bagi hamba-Nya, maka tak ada ucapan selamat bagi mereka yang kufur. Lantas apakah hal ini berarti Islam tak mengenal toleransi antar umat beragama?
Agama Islam adalah agama yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Bahkan tak ada agama di muka bumi ini yang terdepan mengusung toleransi selain Islam. Sejarah telah mencatat keluhuran budi pekerti kaum muslimin ketika berkuasa di suatu negeri.
PERAYAAN TAHUN BARU
Akhir tahun adalah momen yang paling ditunggu-tunggu penduduk bumi. Tak peduli tua atau muda, pria maupun wanita, agama apa pun ia, bahkan Islam sekalipun. Padahal jika diusut, peringatan tahun baru Miladiyah atau Masehi adalah puncak dari rangkaian hari raya penganut agama Kristen.
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman tentang sifat-sifat 'ibadurrahman (artinya):
"Dan orang-orang yang tidak menjadi saksi az-zuur." (QS. Al Furqan: 72).
Kalangan ahli tafsir berkata bahwa yang dimaksud dengan az-zuur di sini adalah hari-hari besar atau perayaan-perayaan kaum musyrik dan kafir. Dan hari-hari besar merupakan perkara syar'i dan termasuk ibadah, maka tidak boleh dikerjakan kecuali ada dalil yang menunjukkannya.
Inilah umat Islam, sedikit demi sedikit namun pasti, terus mengekor kebiasaan orang-orang kafir dalam segala hal. Tak hanya budaya, bahkan ritual agama pun mereka contoh dan ikuti.
Inilah di antara mukjizat dari Rasulullah, ketika beliau bersabda,
“Kalian sungguh-sungguh akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai seandainya mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian akan masuk pula ke dalamnya. Kami tanyakan, “Wahai, Rasulullah! Apakah mereka yang dimaksud itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau berkata, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah juga bersabda yang senada dengan hadits di atas dalam hadits yang dibawakan oleh Abu Hurairah radhiallahu 'anhu,
“Tidak akan tegak hari kiamat sampai umatku mengambil jalan hidup umat sebelumnya sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.” Maka ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Siapa lagi dari manusia kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari).
Imam Nawawi berkata, “Yang dimaksud dengan sejengkal, sehasta dan penyebutan lubang dhabb dalam hadits ini adalah untuk menggambarkan betapa semangatnya umat ini menyerupai umat terdahulu dalam penyelisihan dan maksiat, mencontoh mereka dalam segala sesuatu yang dilarang dan dicela oleh syariat.” (Syarah Shahih Muslim, 16/219).
Sebagian kaum muslimin setelah membaca hadits ini mungkin akan berkata, “Kalau begitu, tidak ada yang salah jika kita mengikuti orang-orang kafir, karena Rasulullah telah mengabarkan bahwa hal itu akan terjadi pada umatnya.”
Tentu saja sabda Rasulullah di atas bukan untuk memberikan pengesahan dan penetapan tentang bolehnya hal tersebut, namun justru yang beliau inginkan adalah memberi tahdzir (peringatan) dari mengikuti orang kafir dalam perkara kesesatan dan penyimpangan.
PERINTAH MENYELISIHI ORANG-ORANG KAFIR
Islam telah mensyariatkan kepada umatnya agar menyelisihi orang-orang kafir dan ahlul kitab dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam akidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang merupakan ciri khas mereka. Banyak hadits Nabi shallallohu alaihi wasallam yang menunjukkan hal tersebut. Terkadang beliau berkata, “Janganlah kalian menyerupai Yahudi dan Nashara,” “Selisihilah orang-orang musyrik,” “Selisihilah orang-orang Majusi,” sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.
MENGAPA TASYABBUH TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR DILARANG?
1. Semua perbuatan orang kafir pada dasarnya dibangun di atas dasar kesesatan (dhalalah) dan kerusakan (fasad). Adapun kebaikan yang mereka perbuat tidak akan memberi arti apa pun baginya di sisi Allah dan tidak diberi pahala sedikit pun.
2. Dengan bertasyabbuh terhadap orang kafir, seorang Muslim akan menjadi pengikut mereka, yang berarti dia telah menantang atau memusuhi Allah U dan Rasul-Nya.
3. Hubungan antara sang peniru dengan yang ditiru seperti yang terjadi antara sang pengikut dengan yang diikuti yakni penyerupaan bentuk yang disertai kecenderungan hati, keinginan untuk menolong serta menyetujui semua perkataan dan perbuatannya.
4. Sebagian besar tasyabbuh mewariskan rasa kagum kepada orang-orang kafir. Lalu dari sana timbullah rasa kagum terhadap agama, kebudayaan, pola pikir, tingkah laku, perangai dan semua kebejatan dan kerusakan yang mereka miliki. Kekagumannya terhadap orang kafir tersebut akan berdampak penghinaan kepada as-Sunnah, melecehkan kebenaran serta petunjuk yang dibawa Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam dan para as-Salaf ash-Shalih. Karena barang siapa yang menyerupai suatu kaum pasti sepakat dengan fikrah (pemikiran) mereka dan ridho dengan semua aktivitasnya serta kagum terhadap mereka.
5. Bertasyabbuh terhadap orang-orang kafir pada dasarnya akan menjerumuskan kepada kehinaan, kelemahan, kekerdilan (rendah diri) dan kekalahan.
Sebagai umat Islam, sepantasnya kita merasa bangga dan mulia dengan ke-Islam-an dan ciri khas kita, serta tidak bertasyabbuh dan mengekor kepada ummat lain. Allah Azza wa Jalla berfirman (artinya):
“Kemuliaan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.”(QS. Al-Munafiqun: 8).
Wallahu Waliyyul Mukminiin
09 Oktober 2024
MENGAPA ALLAH CIPTAKAN PERBEDAAN WARNA KULIT?
Jika anda ingin punya kulit putih seperti bule atau orang korea atau mungkin anda bertanya-tanya mengapa Allah menciptakan kulit anda tidak indah, maka bacalah artikel berikut:
Kita semua mengetahui bahwa warna kulit antara satu orang dengan orang lain bisa berbeda. Warna kulit orang Asia berbeda dengan Eropa, demikian pula dengan orang Afrika. Perbedaan ini merupakan takdir yang telah Allah tetapkan untuk manusia. Allah berfirman,
وَمِنْ اٰيٰتِهٖ خَلْقُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافُ اَلْسِنَتِكُمْ وَاَلْوَانِكُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلْعٰلِمِيْنَ
“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasa dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berilmu.” (QS Ar-Ruum: 22)
Ayat tersebut dengan jelas memberikan informasi bahwa manusia memiliki perbedaan fisik, salah satunya dari sisi warna kulit yang begitu beragam. Namun sesungguhnya Allah menciptakan keadaan tersebut bukan tanpa sebab, melainkan padanya terkandung hikmah yang besar.
25 September 2024
COCOKLOGI AL-QUR'AN DENGAN INJIL?
Allah mengutus RasulNya dan menurunkan Kitab-kitabNya sebagai petunjuk, pemberi peringatan dan pemberi kabar gembira.
Allah berfirman:
إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۚ وَإِن مِّنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ (٢٤)
Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (QS Fathir: 24)
Peringatan itu ditujukan kepada orang-orang yang ingkar, dengan ancaman-ancaman neraka dan Adzab bagi mereka, sedangkan kabar gembira ditujukan untuk mereka yang beriman dan mengikuti petunjuk serta beramal sholih.
11 Agustus 2023
Tentang Hipnosis, dimana unsur jinnya?
Jika pembahasan hipnotis langsung divoniskan ke jin pasti, para pakar hypnosis/ hipnoterapi akan tersenyum dan tertawa, karena :
- Hipnosis yang perkembang di era ini akan mengaitkan teori hypno dengan ranah psikologi manusia, tentang teori alam bawah sadar dan kesadaran manusia.
- dalam teori dan praktek hypno saat ini akan dilihat tak ada ritual apapun yg ada hubungannya dengan pemanggilan bangsa jin.
- Teori dan praktek hypno akan mereka bungkus dengan teori ilmiah, dan sains untuk membenarkan hypno ini.
- dan Berbagai ungkapan untuk menolak campur tangan bangsa jin dalam ke ilmuan ini.
Mungkin bagi yg belum pernah belajar tentang hypno atau belum membaca berbagai literatur hypno akan wajar langsung menisbatkan hypno dengan pertolongan jin. Bagi yg sudah pernah belajar hypno namun Aqidah Islamnya belum mapan maka akan menolak klaim jika hypno adalah pertolongan jin.
Lalu bagaimana Pandangan saya pribadi tentang hypno ini (di masa lalu saya belajar, mempelajari dan mempraktekkan hypno), Semoga Allah mengampuni.
Dirasuki Arwah Leluhur, Benarkah?
Di negeri kita tercinta ini, masih sering ditemukan segolongan orang yang percaya bahwa arwah leluhur bisa saja datang merasuki tubuh seseorang yang masih hidup. Lalu mereka mengabarkan berita-berita yang telah lalu, atau meminta kepada mereka, karena berkeyakinan arwah para leluhur itu dapat mendatangkan manfaat dan kemudharatan! Na’udzubillah min dzaalik.. Maha Suci Allah Rabb Semesta Alam, Yang Maha Berkuasa Atas Segala sesuatu. Dia lah yang mendatangkan manfaat dan mudharat. Hanya kepada-Nyalah kita beribadah, dan hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan.
Lalu, sebenarnya mungkinkah seorang yang sudah meninggal ruhnya bergentayangan di dunia, mengganggu manusia bahkan merasuki mereka? Ini tidak mungkin dan mustahil terjadi. Ketidak mungkinan ini dapat dilihat dari beberapa sisi:
1. Ruh manusia tak mungkin kembali ke dunia, apalagi bergentayangan.
01 Agustus 2023
HUKUM HIPNOTIS UNTUK PENGOBATAN
Pertanyaan:
Apa hukumnya hipnotis? dimana dengan kemampuan hipnotis tersebut, pelakunya dapat menerawangkan fikiran korban, lalu mengendalikan dirinya dan bisa membuatnya meninggalkan sesuatu yang diharamkan, sembuh dari penyakit tegang otot atau melakukan pebuatan yang dimintanya tersebut?
Jawaban Lajnah Da’imah sebagai berikut:
Pertama : (pendahuluan) Ilmu tentang hal-hal yang ghaib merupakan hak mutlak Allah Ta’ala , tidak ada seorang pun dari makhluk-Nya yang mengetahui, baik itu jin atau pun selain mereka, terkecuali Allah mengabarkan hal gaib tersebut kepada orang yang dikehedaki-Nya seperti kepada para malaikat atau para rasul-Nya berupa wahyu.
14 Juli 2023
Kisah Barshisha, Ahli Ibadah yang Akhirnya Sujud Kepada Setan
Ibnu Jarir menceritakan, telah menceritakan kepadaku Yahya bin Ibrahim Al-Mas’udi, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari bapaknya, dari kakeknya, dari Al-A’masy, dari ‘Umarah, dari ‘Abdurrahman bin Yazid, dari ‘Abdullah bin Mas’ud mengenai ayat,
كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ, فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا ۚوَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ
“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu”, maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta Alam”. Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hasyr: 16-17)
Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa ada seorang wanita menjadi pengembala kambing dan ia memiliki empat orang saudara.
13 Juli 2023
APAKAH PENYAKIT MEDIS BISA DIRUQYAH?
10 Juli 2023
Benarkah Muharram adalah Bulan Sial?
Mitos Seputar Bulan Muharram
12 Februari 2022
RAJAH DALAM PANDANGAN SYARIAT
01 Juni 2021
DEFINISI SIHIR
11 Januari 2021
TANDA-TANDA DUKUN / TUKANG SIHIR
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه؛ أما بعد.
❶ - ﺃﻥ ﻳﺘﻤﺘﻢ ﺑﻜﻠﻤﺎﺕ ﻻ ﺗُﻔﻬﻢ، ﺗﺴﻤﻌﻪ ﻳﺘﻜﻠﻢ ﻛﻼﻡ ﻃﻼﺳﻢ، ﻻ ﺗﻌﺮﻑ ﻣﺎﺫﺍ ﻳﻘﻮﻝ، ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺳﺎﺣﺮ، ﻭﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﺳﺘﻐﺎﺛﺎﺕ ﺑﺎﻟﺠﻦ ﻭﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ
1. Dia komat-kamit membaca kata-kata yang tidak bisa dipahami, engkau mendengarnya dia berkata dengan perkataan rajah mereka. Engkau tidak tahu apa yang dia ucapkan
Maka ketahuilah sesungguhnya ia ini tukang sihir. Sesungguhnya ini perbuatan istighatsah (minta tolong) dengan jin dan setan.
❷ - ﺇﺫﺍ ﺳﻤﻌﺘﻪ ﻳﻨﺎﺩﻱ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻠﻪ، ﺃﻭ ﻳﺪﻋﻮ ﺍﻟﺠﻦ ﺍﻟﻔﻼﻧﻲ، ﺃﻭ ﻳﻨﺎﺩﻱ ﺍﻟﺸﺨﺺ ﺑﺎﺳﻤﻪ، ﻓﻬﺬﺍ ﺳﺎﺣﺮ
2. Jika engkau mendengar dia menyeru selain Allah, atau menyeru jin fulan atau menyeru seseorang dengan namanya. Maka ini adalah tukang sihir.
❸ - ﺇﺫﺍ ﻃﻠﺐ ﻣﻨﻚ ﺗﺒﻴﻴﺖ ﺷﻲﺀٍ ﻋﻨﺪﻩ، ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻚ: ﺿﻊ ﻋﻨﺪﻱ ﺍﻟﻐﺘﺮﺓ، ﺃﻭ ﺍﻟﺸﻤﺎﻍ، ﺧﻞِّ ﻋﻨﺪﻱ ﺍﻟﻔﺎﻧﻴﻠﺔ، ﺧﻞِّ ﻋﻨﺪﻱ ﺍﻟﺜﻮﺏ، ﺃﻭ ﺃﻧﺖ ﺑﻨﻔﺴﻚ ﺑِﺖْ ﻋﻨﺪﻱ ﻟﻴﻠﺔ، ﻓﺎﻋﺮﻑ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺳﺎﺣﺮ.
3. Jika ia meminta dari dirimu untuk menginapkan sesuatu dirumahnya. Ia mengatakan kepadamu: "Letakkan sorban putihmu atau sorban merahmu disisiku, atau biarkan jubah putihmu, atau engkau sendiri bermalam dirumahku semalam. Maka ketahuilah sesungguhnya ia adalah tukang sihir.
❹ - ﺇﺫﺍ ﺳﺄﻝ ﻋﻦ ﺍﺳﻢ ﺍﻷﻡ ﻓﺎﻋﺮﻑ ﺃﻧﻪ ﺳﺎﺣﺮ
4. Jika ia meminta nama ibu, maka ketahuilah dia adalah tukang sihir.
❺ - ﺇﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻏﻤﺾ ﻋﻴﻨﻴﻚ ﻭﺃﺧﺒﺮﻧﻲ ﻣﺎﺫﺍ ﺗﺮﻯ؟ ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﺳﺎﺣﺮ.
5. Jika ia mengatakan: Pejamkan kedua matamu, dan kabarkanlah kepadaku apa yang engkau lihat? Ketahuilah ia adalah seorang tukang sihir.
➏ - ﺇﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﻟﻚ ﻋﻨﺪﻱ ﻗﺮﻳﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻦ ﻳﺴﺎﻋﺪﻧﻲ، ﻳﺨﺪﻉ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻬﺬﺍ ﺳﺎﺣﺮ.
6. Jika ia mengatakan kepadamu: "Aku memiliki qarin (teman) dari bangsa jin yang membantu saya. Ia menipu manusia, maka ini adalah tukang sihir.
ﻓﺈﺫﺍ ﺭﺃﻳﺖ ﻣﻨﻪ ﺃﻱ ﺃﻣﺮٍ ﺗﺴﺘﻐﺮﺑﻪ ﺃﻭ ﺗﺴﺘﻨﻜﺮﻩ، ﻓﻼﺑﺪ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺬﺭ ﻭﺍﻻﻧﺘﺒﺎﻩ؛ ﻷﻥ ﺍﻷﻣﺮ ﺧﻄﻴﺮ ﻓﻲ ﺍﻹﺗﻴﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﻣﺜﻞ ﻫﺆﻻﺀ .
Jika engkau melihat darinya ada suatu permintaan yang engkau lihat aneh dan mungkar. Maka seorang insan harus berhati-hati dan waspada. Karena perkara tersebut berbahaya untuk didatangkan kepada semisal orang tadi.
➐ - ﺇﺫﺍ ﺃﺧﺒﺮﻙ ﻋﻦ ﺃﻣﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻐﻴَّﺒﺎﺕ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻚ: ﺍﻟﺴﺤﺮ ﺍﻟﻔﻼﻧﻲ ﻣﻮﺟﻮﺩ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﻗﻊ ﺍﻟﻔﻼﻧﻲ
7. Jika dia mengabarkan kepadamu sesuatu dari perkara ghaib, ia mengatakan kepadamu: "Sihir yang ini ada di tempat yang ini."
❽ - ﺃﻭ ﺳﺤﺮﻙ ﻓﻼﻥ ﻭﻋﻼﻥ ﻓﺎﻋﺮﻑ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺳﺎﺣﺮ ﻳﺴﺘﻌﻴﻦُ ﺑﺎﻟﺠﻦ ﻭﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ
8. Atau mengatakan: Si Fulan atau Alan telah menyihirmu. Maka ketahuilah sesungguhnya ia adalah tukang sihir yang minta tolong kepada jin atau setaan.
❾ - ﺇﺫﺍ ﺃﻋﻄﺎﻙ ﺷﻴﺌًﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺤُﺠُﺐ ﻳﺴﻤﻰ " ﺍﻟﺤﺠﺎﺏ" ﻣﻜﺘﻮﺏ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻄﻼﺳﻢ، ﻭﻛﻠﻤﺎﺕ، ﻭﺃﺳﻤﺎﺀ ﻏﻴﺮ ﻣﻔﻬﻮﻣﺔ، ﻓﻬﺬﺍ ﺃﻳﻀًﺎ ﺩﺍﺧﻞٌ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺒﺎﺏ
9. Jika ia memberimu sejenis tirai yang dinamakan hijab, tertulis disana rajah-rajah dan kata-kata dan nama-nama yang tidak bisa dipahami. Ini juga masuk dalam bab ini (penyihir).
❿ - ﺇﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﻟﻚ ﻋﻨﺪﻱ ﺭُﻗﻴﺔ ﻻ ﺃﺳﺘﻄﻴﻊ ﺃﻥ ﺃﺧﺒﺮ ﺑﻬﺎ ﺃﺣﺪًﺍ، ﻭﺇﺫﺍ ﺃﺧﺒﺮﺕ ﺑﻬﺎ ﺃﺣﺪًﺍ ﻓﺴﺪﺕ، ﻓﻬﺬﺍ ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻰ ﻫﺪﻯ ﺑﻞ ﻫﻮ ﺩﺍﺧﻞٌ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺒﺎﺏ؛ ﻷﻥ ﻛﺜﻴﺮًﺍ ﻣﻦ ﻫﺆﻻﺀ ﺇﺫﺍ ﺃﺧﺮﺟﻮﺍ ﺭُﻗﺎﻫﻢ ﻭﻣﺎ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﺴﺘﺨﺪﻣﻮﻧﻪ ﻭُﺟﺪ ﻓﻴﻪ ﺩﻋﺎﺀ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻠﻪ -ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ-، ﻳﺎ ﻓﻼﻥ ﻭ ﻳﺎ ﻓﻼﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻦ، ﻓﻼ ﻳﺨﺒﺮﻪ ﺃﺣﺪًﺍ، ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳُﻔﻀﺢ ﺃﻣﺮﻫﻢ .
10. Jika ia berkata kepadamu: "Aku memiliki ruqyah yang aku tidak bisa mengabarkannya kepada siapapun. Jika aku mengabarkannya kepada siapapun maka akan rusak mantranya. Maka orang ini tidak diatas petunjuk, bahkan dia termasuk dalam bab ini (penyihir). Karena kebanyakan mereka ini jika mengeluarkan ruqyah mereka dan apa yang mereka pergunakan didapati disana isinya; berdoa kepada selain Allah Taala. Wahai fulan atau wahai alan dari bangsa jin. Maka ia tidak akan mengabarkan kepada siapapun sehingga tidak terbongkar perkara mereka.
والله اعلم بالصواب
02 September 2019
Menyorot Cerita Horor KKN di Desa Penari
06 Juni 2019
Hamba Allah, Bukan Hamba Ramadhan
Jika karena Ramadhan engkau ibadah,
Kini Ramadhan pergi menjauh.
Mungkin anda mengeluh,
Mendapati kekuatan ruhiyah melemah,
Shalat malam, puasa, tadarrus dan sedekah,
menjadi berat dan susah,
Lima waktu di masjid tak kuat melangkah,
Segeralah berbenah,
Sepertinya di hati ada masalah.
25 Mei 2019
Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan
Lailatul Qadar Di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan
13 Mei 2019
Seputar Sholat witir
BACA JUGA
HUKUM HIPNOTIS UNTUK PENGOBATAN
Pertanyaan: Apa hukumnya hipnotis? dimana dengan kemampuan hipnotis tersebut, pelakunya dapat menerawangkan fikiran korban, lalu...
-
Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istriku sekarang di a...
-
Pertanyaan: Apakah ada anjuran untuk bergembira ketika datang ramadhan? adakah hadis yang menunjukkan keutamaan bergembira ketika ...
-
Masyhur, tak selamanya jadi jaminan. Begitulah yang terjadi pada “doa berbuka puasa”. Doa yang selama ini terkenal di masyarakat, belum...
POPULER PEKAN INI
-
Oleh : K.H. Riyadh Rosyadi Pendahuluan: Meluruskan Persoalan Terminologi Dalam pembahasan mengenai pengobatan dengan Al-Qur’an, muncul sebua...
-
Jika air hujan dari langit tertahan, musim peceklik kian panjang, maka laksanakanlah shalat istisqa’. Sang imam mengajak kaum muslimin untuk...
-
(Menurut Dr. Raghib Al-Sirjani) Negara kita Indonesia sebentar lagi akan mengadakan pesta demokrasi, tentunya kita sebagai warga ...






.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)








