HADIRILAH! Program hapus tatto, bekam dan ruqyah GRATIS bersama Berani Hijrah Baik Batam, Asosiasi Ruqyah Syar'iyyah Indonesia DPW Kepri dan Ar-Rajab Bekam Holistik Batam, Insya Allah Ahad , 22 November 2026 di Masjid Bukit Indah Sukajadi Batam. >>>> Download aplikasi Go Ruqyah untuk informasi praktisi Ruqyah ARSYI seluruh indonesia. >>>> Dukung RUQO TV dalam dakwah Ruqyah Syar'iyyah dengan like dan share konten-konten dakwah di akun-akun media sosial RUQO TV

05 November 2026

HAPUS TATO GRATIS BATAM NOVEMBER



Hadirilah Program HAPUS TATTO, BEKAM DAN RUQYAH GRATIS Bersama Berani Hijrah Baik Batam, Ar-Rajab Bekam Holistik, Asosiasi Ruqyah Syar'iyyah Indonesia (ARSYI) DPW Kepulauan Riau dan Sahabat Hijrah Batam

26 Oktober 2026

ADAB MEMINTA HUJAN (ISTISQA’)



Jika air hujan dari langit tertahan, musim peceklik kian panjang, maka laksanakanlah shalat istisqa’.

  • Sang imam mengajak kaum muslimin untuk berpuasa dan bershadaqah sebelum keluar untuk melaksanakan shalat Istisqa.
  • Menentukan waktu keluar berdasarkan hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
.… وَوَعَدَ النَّاسَ يَخْرُجُوْنَ فَِيْهِ

“Dan (beliau) menentukan hari keluar mereka (untuk melaksanakan shalat istisqo'”.[1]

Waktu keluar untuk shalat istisqa ialah.

24 Oktober 2026

HUKUM TATO DALAM ISLAM


Sumber : Muslim.or.id

Allah Ta’ala telah menciptakan manusia dengan ciptaan yang begitu sempurna dan indah. Sebagaimana yang telah Allah Ta’ala firmankan di dalam Al-Qur’an,

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْۤ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4)

Namun, ada sebagian orang yang kiranya merasa kurang puas dengan pemberian Allah kepada dirinya atau merasa dirinya akan lebih bagus ketika ditambahkan warna-warna yang beraneka rupa di tubuhnya, yang dikenal dengan sebutan “tato”.

Telah makruf tentunya hal yang berkaitan dengan tato ini. Tato bertujuan untuk memperindah tubuh dengan meletakkan aneka warna di tubuh. Namun,

21 Oktober 2026

40 TANDA TANDA ADANYA GANGGUAN JIN DALAM TUBUH



Tolong diperhatikan, jika ada lebih dari 7 point yang teridentifikasi dengan yakin artinya Anda harus mulai melakukan ruqyah mandiri atau minta diruqyah.
A. TANDA-TANDA PADA TUBUH FISIK & PSIKIS
  • Sering merasa was-was dan ketakutan tanpa sebab yang jelas.
  • Suka marah-marah dengan kadar emosi tidak terkendali.
  • Dorongan kuat untuk melakukan perbuatan maksiat.
  • Merasa lesu dan malas untuk beribadah.
  • Sulit khusyuk dalam mengerjakan sholat, (susah mengingat rakaat yang sudah dikerjakan).
  • Suka menghayal, melamun, menyendiri dan mengurung diri secara berlebihan.
  • Sering pusing, dan merasa sakit pada kedua mata, telinga, hidung, bahu dan belikat, gigi, tenggorokan atau lambung tanpa sebab yang jelas.

17 Oktober 2026

Bal’am bin Ba’ura dan Para Penyihir Fir’aun


Sumber : muslim.or.id

Bismillah. Segala puji bagi Allah Ta’ala, selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah mengajarkan kita -melalui petunjuk Rabb-nya- prinsip-prinsip kehidupan untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Di antara ajaran mulia tersebut adalah anjuran untuk mempelajari dan mengambil ibrah dari faidah kisah-kisah di dalam Al-Qur’an, salah satunya adalah kisah Bal’am bin Ba’ura dan para penyihir Fir’aun.

Saudaraku, mari kita mulai dengan menelaah dua kisah hamba Allah Ta’ala yang sangat kontras: ada seorang alim yang doanya selalu dikabulkan, yang hafal dan memahami kitab-kitab Allah, bahkan dikenal memiliki kedudukan spiritual yang tinggi. Masyarakat menghormatinya, dan namanya harum di mana-mana. Di sisi lain, ada pula sekelompok tukang sihir yang hidup dalam kekufuran, menghabiskan hari-hari mereka dengan mempelajari ilmu hitam untuk melawan para Nabi. Siapa yang lebih berpeluang selamat di akhirat? Logika kita mungkin akan menjawab sang alim. Namun, takdir Allah Ta’ala seringkali berada di luar dugaan manusia.

Kisah Bal’am bin Ba’ura dan para penyihir Fir’aun yang diabadikan dalam Al-Qur’an menyajikan pelajaran yang sangat mencengangkan. Sang alim yang penuh ilmu justru tersesat dan berakhir dalam kesesatan, sementara para tukang sihir yang awalnya kafir justru mendapatkan hidayah dan mati dalam keadaan syahid. Sungguh, ini adalah bukti nyata bahwa kesalehan lahiriah tidak ada artinya sama sekali jika batin dan hati telah rusak. Hati adalah raja, dan anggota badan adalah pengikutnya. Mari kita renungkan dua kisah ini dengan seksama.

15 Oktober 2026

Petunjuk Islam dalam Masalah Mimpi


 

Sumber : Muslim.or.id

Bismillah wasshsholatu wassalamu ‘ala rasulillah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari…” (QS. Ar-Rum: 23)

Tidak ada satu pun manusia, baik itu laki-laki maupun perempuan, yang sudah dewasa maupun yang masih anak-anak, kecuali pasti pernah mengalami mimpi di saat tidur. Begitu banyak dalil-dalil sahih yang menjelaskan hakikat mimpi ini, namun tetap saja mimpi masih menjadi salah pintu masuk terjadinya khurafat dan perilaku-perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam.

10 Oktober 2026

Konsep Pengobatan dengan Al-Qur’an dan Kaitannya dengan Ruqyah Syar’iyyah



Oleh : K.H. Riyadh Rosyadi

Pendahuluan: Meluruskan Persoalan Terminologi

Dalam pembahasan mengenai pengobatan dengan Al-Qur’an, muncul sebuah pertanyaan penting: sejauh mana kebenarannya jika konsep “pengobatan dengan Al-Qur’an” dibatasi hanya pada ruqyah syar‘iyyah? Apakah tepat jika pengobatan dengan Al-Qur’an didefinisikan sekadar sebagai membaca ayat-ayat Al-Qur’an atau doa-doa yang bersumber dari Nabi kepada orang yang sakit, disertai meniup atau mengusapnya?

27 September 2026

HAPUS TATTO GRATIS BATAM OKTOBER


Hadirilah Program HAPUS TATTO, BEKAM DAN RUQYAH GRATIS Bersama Berani Hijrah Baik Batam, Ar-Rajab Bekam Holistik, Asosiasi Ruqyah Syar'iyyah Indonesia (ARSYI) DPW Kepulauan Riau dan Sahabat Hijrah Batam

26 September 2025

HUKUM UPAH DALAM RUQYAH

 


Oleh: Syaikh Abul Baro Usamah Bin Yasin Alma’ani Hafidzahullah, dlm kitab Ensiklopedi Ruqyah Jilid 1

Masalah: Apakah yang diberikan sebagai upah (ujrah) untuk ruqyah termasuk dalam kategori sewa menyewa (ijarah) atau hadiah (ju’alah)?

Dr. Fahd bin Dhuayaan As-Suhaimi, anggota fakultas di Universitas Islam Madinah, dalam karya ilmiahnya untuk meraih gelar magister mengatakan:

Saya katakan: Pemberian upah atas ruqyah bisa jadi termasuk kategori sewa menyewa (ijarah) dan bisa jadi termasuk hadiah (ju’alah).  Perinciannya sebagai berikut:

28 April 2025

Sihir dalam kitab Tafsir

 


Oleh : Ust. Muhammad Faizar Hidayatullah 

Gara-gara konten kreator dobol yg mengatasnamakan agama, kami selaku peruqyah ikutan kena imbas dituduh menjual agama dengan dalih ikut mempromosikan adanya penyakit santet dan sihir...

Padahal penyakit karena sihir itu memang nyata, menegakkan diagnosa bahwa penyakit yg dialami pasien adalah sihir juga sah-sah saja dalam pandangan syariat Islam.

Sihir itu memiliki hakikat, dampak kerusakannya nyata.

31 Desember 2024

KEMUNKARAN KOLOSAL DALAM PERAYAAN TAHUN BARU MASEHI


Kita semakin mendekati penghujung tahun lama dan akan masuk ke awal tahun baru masehi. Pada momen tersebut, manusia di penjuru Indonesia bahkan di seluruh dunia beramai-ramai merayakannya. Tak ketinggalan juga sebagian besar dan kaum muslimin, baik remajanya maupun orang tuanya.

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita tidak berkata dan berbuat melainkan dengan dasar ilmu. Sikap terbaik bagi kita adalah berilmu dahulu baru berkata atau berbuat. Maka itu, sebelum jauh melangkah mengikuti perayaan tahun baru masehi, hendaknya kita mengkaji terlebih dahulu hal-hal yang berkaitan dengan perayaan-perayaan seperti ini. Apakah Islam membolehkannya atau melarangnya. Sebab, bisa saja seseorang mengerjakan sesuatu yang belum ia ketahui ilmunya, dapat menyebabkan datangnya murka dan siksa Allah ta’ala. Kita memohon keselamatan dan ampunan dari Allah semata.

Berikut beberapa poin penting berkenaan dengan tema. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

HARI RAYA TAHUNAN UMAT ISLAM HANYA DUA

Perayaan Tahun Baru dan Fenomena Tasyabbuh

Usai sudah perayaan Natal. Hampir seluruh elemen masyarakat turut berpartisipasi menyukseskan ritual umat Kristiani ini.

Tak cukup dengan memberi ucapan selamat Natal, beberapa ormas Islam bahkan mengerahkan massanya dari kalangan ummat Islam untuk memberikan pengamanan di hari Natal tersebut. Padahal, sekadar memberi ucapan selamat Natal dan Tahun Baru saja para ulama telah sepakat tentang pengharamannya.

Tak ada orang waras yang ingin mengucapkan selamat kepada para koruptor, “Selamat atas korupsi besar-besaran Anda.” Atau ucapan, “Selamat Anda telah berzina,” “Selamat, Anda mabuk berat,” “Selamat, Anda telah membunuh kedua orang tua Anda.” Kita tak akan menghadiahkan ucapan selamat kepada pelaku maksiat atas dosa-dosa besar yang mereka kerjakan.

Namun tahukah Anda, bahwa dosa syirik, menyekutukan Allah dosanya jauh lebih besar? Menjadikan sembahan selain Allah, meyakini Allah itu tiga, menuduh Allah memiliki anak, dosanya jauh lebih besar, bahkan pelakunya adalah orang-orang kafir. Pantaskah kita menghadiahkan kepada mereka ucapan selamat atas kekafiran mereka?

Ucapan selamat, paling minimal menunjukkan keridaan kita terhadap akidah dan keyakinan mereka, meskipun kita tak terlibat langsung dalam ritual keagamaan mereka.  Sementara Allah telah mengharamkan untuk ridho terhadap kekufuran. Firman Allah, artinya:“Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhoi kekafiran bagi hamba-Nya.” (QS. Al-Zumar: 7).

Pembaca budiman, Allah tidak merihoi kekufuran bagi hamba-Nya, maka tak ada ucapan selamat bagi mereka yang kufur. Lantas apakah hal ini berarti Islam tak mengenal toleransi antar umat beragama?

Agama Islam adalah agama yang menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Bahkan tak ada agama di muka bumi ini yang terdepan mengusung toleransi selain Islam. Sejarah telah mencatat keluhuran budi pekerti kaum muslimin ketika berkuasa di suatu negeri.

PERAYAAN TAHUN BARU

Akhir tahun adalah momen yang paling ditunggu-tunggu penduduk bumi. Tak peduli tua atau muda, pria maupun wanita, agama apa pun ia, bahkan Islam sekalipun. Padahal jika diusut, peringatan tahun baru Miladiyah atau Masehi adalah puncak dari rangkaian hari raya penganut agama Kristen.

Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman tentang sifat-sifat 'ibadurrahman (artinya):

"Dan orang-orang yang tidak menjadi saksi az-zuur." (QS. Al Furqan: 72).

Kalangan ahli tafsir berkata bahwa yang dimaksud dengan az-zuur di sini adalah hari-hari besar atau perayaan-perayaan kaum musyrik dan kafir. Dan hari-hari besar merupakan perkara syar'i dan termasuk ibadah, maka tidak boleh dikerjakan kecuali ada dalil yang menunjukkannya.

Inilah umat Islam, sedikit demi sedikit namun pasti, terus mengekor kebiasaan orang-orang kafir dalam segala hal. Tak hanya budaya, bahkan ritual agama pun mereka contoh dan ikuti.

Inilah di antara mukjizat dari Rasulullah, ketika beliau bersabda,
“Kalian sungguh-sungguh akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai seandainya mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian akan masuk pula ke dalamnya. Kami tanyakan, “Wahai, Rasulullah! Apakah mereka yang dimaksud itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau berkata, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah juga bersabda yang senada dengan hadits di atas dalam hadits yang dibawakan oleh  Abu Hurairah radhiallahu 'anhu,
“Tidak akan tegak hari kiamat sampai umatku mengambil jalan hidup umat sebelumnya sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta.” Maka ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Siapa lagi dari manusia kalau bukan  mereka?” (HR. Al-Bukhari).

Imam Nawawi berkata, “Yang dimaksud dengan sejengkal, sehasta dan penyebutan lubang dhabb dalam hadits ini adalah untuk menggambarkan betapa semangatnya umat ini menyerupai umat terdahulu dalam penyelisihan dan maksiat, mencontoh mereka dalam segala sesuatu yang dilarang dan dicela oleh syariat.” (Syarah Shahih Muslim, 16/219).

Sebagian kaum muslimin setelah membaca hadits ini mungkin akan berkata, “Kalau begitu, tidak ada yang salah jika kita mengikuti orang-orang kafir, karena Rasulullah telah mengabarkan bahwa hal itu akan terjadi pada umatnya.”

Tentu saja sabda Rasulullah di atas bukan untuk memberikan pengesahan dan penetapan tentang bolehnya hal tersebut, namun justru yang beliau inginkan adalah memberi tahdzir (peringatan) dari mengikuti orang kafir dalam perkara kesesatan dan penyimpangan.

PERINTAH MENYELISIHI ORANG-ORANG KAFIR

Islam telah mensyariatkan kepada umatnya agar menyelisihi orang-orang kafir dan ahlul kitab dalam segala bentuk dan sifatnya, baik dalam akidah, peribadatan, kebudayaan, atau dalam pola tingkah laku yang merupakan ciri khas mereka. Banyak hadits Nabi shallallohu alaihi wasallam yang menunjukkan hal tersebut. Terkadang beliau berkata, “Janganlah kalian menyerupai Yahudi dan Nashara,” “Selisihilah orang-orang musyrik,” “Selisihilah orang-orang Majusi,” sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.

MENGAPA TASYABBUH TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR DILARANG?

1. Semua perbuatan orang kafir pada dasarnya dibangun di atas dasar kesesatan  (dhalalah) dan kerusakan (fasad). Adapun kebaikan yang mereka perbuat tidak akan memberi arti apa pun baginya di sisi Allah dan tidak diberi pahala sedikit pun.

2. Dengan bertasyabbuh terhadap orang kafir, seorang Muslim akan menjadi pengikut mereka, yang berarti dia telah menantang atau memusuhi Allah U dan Rasul-Nya.

3. Hubungan antara sang peniru dengan yang ditiru seperti yang terjadi antara sang pengikut dengan  yang diikuti yakni penyerupaan bentuk yang disertai kecenderungan hati, keinginan untuk menolong serta menyetujui semua perkataan dan perbuatannya.

4. Sebagian besar tasyabbuh mewariskan rasa kagum kepada orang-orang kafir. Lalu dari sana timbullah rasa kagum terhadap agama, kebudayaan, pola pikir, tingkah laku, perangai dan semua kebejatan dan kerusakan yang mereka miliki. Kekagumannya terhadap orang kafir tersebut akan berdampak penghinaan kepada as-Sunnah, melecehkan kebenaran serta petunjuk yang dibawa Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam dan para as-Salaf ash-Shalih. Karena barang siapa yang menyerupai suatu kaum pasti sepakat dengan fikrah (pemikiran) mereka dan ridho dengan semua aktivitasnya serta kagum terhadap mereka.

5. Bertasyabbuh terhadap orang-orang kafir pada dasarnya akan menjerumuskan kepada kehinaan, kelemahan, kekerdilan (rendah diri) dan kekalahan.

Sebagai umat Islam, sepantasnya kita merasa bangga dan mulia dengan ke-Islam-an dan ciri khas kita, serta tidak bertasyabbuh dan mengekor kepada ummat lain. Allah Azza wa Jalla berfirman (artinya):

“Kemuliaan  itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.”(QS. Al-Munafiqun: 8).

Wallahu Waliyyul Mukminiin

09 Oktober 2024

MENGAPA ALLAH CIPTAKAN PERBEDAAN WARNA KULIT?



Jika anda ingin punya kulit putih seperti bule atau orang korea atau mungkin anda bertanya-tanya mengapa Allah menciptakan kulit anda tidak indah, maka bacalah artikel berikut:

Kita semua mengetahui bahwa warna kulit antara satu orang dengan orang lain bisa berbeda. Warna kulit orang Asia berbeda dengan Eropa, demikian pula dengan orang Afrika. Perbedaan ini merupakan takdir yang telah Allah tetapkan untuk manusia. Allah berfirman,

وَمِنْ اٰيٰتِهٖ خَلْقُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافُ اَلْسِنَتِكُمْ وَاَلْوَانِكُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلْعٰلِمِيْنَ

“Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasa dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berilmu.” (QS Ar-Ruum: 22)

Ayat tersebut dengan jelas memberikan informasi bahwa manusia memiliki perbedaan fisik, salah satunya dari sisi warna kulit yang begitu beragam. Namun sesungguhnya Allah menciptakan keadaan tersebut bukan tanpa sebab, melainkan padanya terkandung hikmah yang besar.

06 Oktober 2024

Kisah Tentang Nusyrah

 


Kisah Nyata:

Oleh Syaikh Abul Barra Usamah bin Yasin Al-Ma'ani 

Seorang saudari menghubungi saya dari salah satu wilayah di Kerajaan Arab Saudi, dan berkata: “Kisahku menyedihkan. Aku seorang wanita berusia tiga puluhan, dan aku memiliki seorang adik perempuan yang lebih muda beberapa tahun. Orang tuaku sangat menyayangi dan menghormati adikku, sehingga menimbulkan rasa iri dan dendam dalam hatiku. Aku terus memikirkannya sampai akhirnya aku melakukan hal yang jahat.  Aku, yang didorong oleh hawa nafsu, meminta bantuan seorang warga negara Islam untuk melakukan sihir agar aku terbebas dari rasa benci dan kebencian terhadap adikku.  

Aku menghubungi pria itu, dan dia meminta sejumlah besar uang, sekitar lima puluh ribu riyal Saudi.  Pria itu menerima uang tersebut, dan sejak saat itu aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi.  

Kondisi adikku mulai berubah. Dia menjadi menyendiri, tidak suka bergaul dengan orang lain, dan mulai layu, tertutup, serta mengasingkan diri. 

30 September 2024

MENGENAL LEBIH DALAM SYAIKH ABUL BARRA USAMAH BIN YASIN AL-MA'ANI



Abu Al-Barra` Usamah bin Yasin al-Ma’any, seorang penulis kitab Ensiklopedi Ruqyah berasal dari Yordania, menikah, dan dikaruniai 11 anak (5 putra dan 6 putri).

Ia lulus dari Universitas Yordania di Kerajaan Yordania, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, pada tahun 1977. Ia memiliki spesialisasi utama di bidang Akuntansi dan cabangnya di Pendidikan dan Psikologi/Ilmu Jiwa.

Pada 1979, ia pindah ke Arab Saudi yang menurutnya merupakan kepindahan yang menentukan dalam kehidupannya. Setelah melalui pengkajian dan penelitian untuk mengetahui kebenaran dan pembawaannya, ia menemukan bahwa manhaj as-salaf adalah salah satu manhaj yang paling dekat dalam menerapkan hukum-hukum syariat.

Ia yakin bahwa manhaj yang benar adalah yang berpegang teguh pada dalil naqli yang jelas tanpa harus berpegang pada madzhab. Ia membaca tulisan para ulama, misalnya Imam Malik rahimahullah yang berkata: “Semua orang (perkataannya) boleh diambil boleh juga ditolak, kecuali penghuni kuburan ini (Rasulullah ﷺ), juga perkataan Imam Syafi’i rahimahullah: “jika pendapatku ini bertentangan dengan sabda Rasulullah ﷺ, maka lemparkanlah ke dinding.”

25 September 2024

KISAH RUQYAH KANGKER [2] COLON CANCER



oleh: Syaikh Abul Bara' Usamah Bin Yasin Al-Ma'ani 

Kisah ini terjadi ketika saya sedang merevisi buku di tahap akhir. Seorang yang terpercaya menceritakan kisah seorang pria yang menderita kanker usus. 

Para dokter memutuskan untuk melakukan operasi terakhir setelah beberapa kali operasi untuk mengangkat penyakit berbahaya ini. 

COCOKLOGI AL-QUR'AN DENGAN INJIL?

 


Allah mengutus RasulNya dan menurunkan Kitab-kitabNya sebagai petunjuk, pemberi peringatan dan pemberi kabar gembira.

 Allah berfirman:

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۚ وَإِن مِّنْ أُمَّةٍ إِلَّا خَلَا فِيهَا نَذِيرٌ (٢٤)

Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (QS Fathir: 24)

Peringatan itu ditujukan kepada orang-orang yang ingkar, dengan ancaman-ancaman neraka dan Adzab bagi mereka, sedangkan kabar gembira ditujukan untuk mereka yang beriman dan mengikuti petunjuk serta beramal sholih.

23 September 2024

KISAH RUQYAH KANGKER [1]



oleh: Syaikh Abul Bara' Usamah Bin Yasin Al-Ma'ani 

Kisah Nyata yang Menguatkan Bahwa Al-Qur'an adalah Penyembuh dan Rahmat:

(Hindun) adalah seorang anak perempuan Kuwait yang menderita salah satu jenis kanker paling parah di salah satu kakinya. 

Dia telah menjalani serangkaian pemeriksaan medis yang intensif di Pusat (Hussein Maki Jum'ah) untuk bedah kanker di Kuwait, serta menerima perawatan intensif di Pusat (Agleston) spesialis untuk pengobatan kanker di kota (Atlanta) di negara bagian Georgia, Amerika Serikat. 

Biaya perawatannya mencapai sekitar setengah juta dolar, ditambah dengan berbagai prosedur pemeriksaan dan diagnosis yang menghasilkan sejumlah file besar berisi laporan, dan lebih dari dua ratus lima puluh gambar hasil rontgen (sinar-x) yang mengkonfirmasi bahwa dia terkena penyakit tersebut.

12 September 2024

KISAH RUQYAH SYAIKH BIN BAZ RAHIMAHULLAH


Oleh: Syaikh Abul Bara' Usamah Bin Yasin Al-Ma'ani

Dalam Ensiklopedi Ruqyah Syariyyah Praktis Berdasarkan Alquran dan Sunnah ( نحو موسوعة شرعية في علم الرقى- تأصيل وتقعيد في ضوء الكتاب والسنة والأثر ) jilid 11 syaikh menuliskam kisah bahwa Syaikh Khalid Asy-Syayi’ hafizhahullah yang menghadiri dan menyaksikan langsung peristiwa ini mengatakan bahwa;


Suatu hari, datanglah seorang pemuda belia ke majlis Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah, lalu ia meminta izin masuk. Saat ia hadir di majlis, ia membawa saudara perempuannya untuk diruqyah dengan ruqyah syar'iyyah oleh Syaikh Ibnu Baz

LAYANAN BEKAM, RUQYAH, TOTOK PUNGGUNG, HUBUNGI : +62 812-7041-3229 (Khusus wilayah Kota Batam dan sekitarnya)

BACA JUGA

HUKUM HIPNOTIS UNTUK PENGOBATAN

Pertanyaan: Apa hukumnya hipnotis? dimana dengan kemampuan hipnotis tersebut, pelakunya dapat menerawangkan fikiran korban, lalu...

POPULER PEKAN INI