PENCARIAN

Tampilkan postingan dengan label #News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #News. Tampilkan semua postingan

13 Maret 2017

Sedikit Kisah dalam Safari Dakwah Thibbun Nabawi (Bag. 2)



Di bagian pertama, saya telah menceritakan sedikit pengalaman dalam kegiatan Safari Dakwah Thibbun Nabawi di Pulau Abang. diantaranya adalah sebuah testimoni Thibbun Nabawi dari seorang pasien penderita kanker payudara yang Alhamdulillah mengalmi perubahan yang cukup baik setelah menjalani teraphy Ruqyah Syar'iyyah.

Tulisan kali ini merupakan satu kisah lain dari beberapa kisah yang kami alami saat Safari Dakwah Thibbun Nabawi yang dilaksanan Asosiasi Ruqyah Syar'iyyah Indonesia (ARSYI) Kepulauan Riau dan Bait Thibb Nabawi (BTN) Nurusy Syifa Batam di Pulau Abang, Kecamatan Galang, Kota Batam Kepulauan Riau Beberapa waktu yang lalu. dan semoga kisah ini dapat menjadi pelajaran yang bermanfaat untuk kita.

Dia adalah seorang gadis kecil yang sebenarnya telah beranjak dewasa, namun keadaannya memaksanya untuk tetap seperti seorang anak-anak, bahkan seperti balita. Umurnya sudah 12 tahun, namun sejak usia 11 bulan, dia mengalami kelumpuhan. Dia tidak bisa berjalan, hanya bisa merangkak dan juga dia tidak bisa berbicara. Itulah keadaan yang selama 12 tahun harus dia hadapi.

Saat itu, keluarganya yang mengetahui ada pengobatan Thibbun Nabawi yang kami laksanakan di daerah mereka, dengan penuh pengharapan, dia pun dibawa untuk mengikuti teraphy Ruqyah Syar'iyyah di Masjid Jami' Al-Jannah. Pengobatan Ruqyah Syar'iyyah memang tidak hanya untuk penyakit non medis, tapi justru semua penyakit, baik medis maupun non medis. Karena Al-Qur'an juga Allah turunkan adalah sebagai penyembuh, sebagaimana Firman-Nya :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar (penyembuh) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS. Al-Israa : 82).

Awalnya dia di tangani oleh salah seorang rekan saya yang juga bertugas sebagai terapis Ruqyah Syar'iyyah. Saat itu tim dibagi menjadi 3, ada yang bertugas memeriksa kesehatan, ada yang bertugas sebagai terapis bekam dan kami sebagai terapis Ruqyah Syar'iyyah. Saat itu saya sedang menangani beberapa orang warga yang juga mengikuti terapi Ruqyah Syar'iyyah.

Akhirnya setelah memberikan tazkiyah kepada pasien-pasien yang saya tangani, saya kemudian membantu menangani pasien gadis kecil tersebut. saat itu dia hanya menangis sambil mencoba meronta. Mungkin dia merasa takut melihat ondisi sekitarnya, atau merasa takut pada kami yang baru dia lihat. Saya mulai membacakan ayat-ayat Al-Qur'an padanya. dia terus menangis dan meronta, bahkan sesekali dia mencoba merebut mushaf Al-Qur'an yang saya pegang.

Beberapa lama saya membacakan ayat-ayat Ruqyah kepadanya, dan reaksi yang dia tunjukkan hanya menangis dan meronta. akhirnya saya mencoba mengorek beberapa informasi tentang dia melalui keluarganya. Ternyata yang membawanya itu bukanlah orang tua kandungnya. mereka hanya paman dan bibinya. adapun orang tua kandungnya, Ibunya telah meninggal dunia saat melahirkan dia. Sedangkan ayahnya telah menikah lagi dan saat ini tinggal di Kota Batam. saya kemudian hanya memberi beberapa nasihat kepada keluarganya dan menyarankan agar dia dimandikan dengan air bekas wudhu Ayahnya, karena saya khawatir gangguan yang dia alami adalah karena 'ain dari kerinduan ayahnya.

Setelah itu saya berfikir, betapa sulit hidup yang harus dia hadapi. ujia yang harus dia alami dalam kondisinya yang seperti itu seharusnya menjadi motivasi bagi kita yang diberi nikmat kesehatan oleh Allah untuk senantiasa bersyukur. memang nikmat kesehatan ini begitu sering kita lalai untuk mensyukurinya. Rosulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Semoga kisah ini menjadi motivasi bagi kita untuk selalu menjadi orang yang bersyukur.

08 Januari 2015

Kartunis dan Bos Mingguan Charle Hebdo Penghina Nabi Muhammad Tewas Ditembak

PARIS (voa-islam.com) - Tokoh-tokoh media di Perancis yang benci terhadap Islam menghina Nabi Muhammad tewas ditembak bersama 11 orang lainnya oleh kelompok yang bersimpati kepada ISIS.

Mereka yang menghina Nabi Muhammad  mendapat ganjaran yang setimpal. Mereka semua mati ditembak.

Diantaranya yang tewas itu, Direktur penerbitan majalah mingguanCharlie Hebdo, Charb, serta kartunis terkenal Prancis, yakni Cabu, Tignous, dan Wolinski, tewas ditembak dua pria tak dikenal, Rabu, 7 Januari 2015.

Dua pria menggunakan topeng dan senjata otomatis itu menembaki kantor majalah mingguan yang terkenal memuat karikatur satire tersebut.

Penembakan terjadi setelah Charlie Hebdo mencuit tentang karikatur pemimpin kelompok militan Negara Islam (IS/ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi.

Charb merupakan sosok yang dicari Al-Qaidah pada 2013 setelah mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad. Kantor majalah ini kemudian dihajar bom pada November 2011, setelah karikatur Nabi Muhammad diterbitkan.

Dari rekaman foto di sekitar lokasi penembakan hari ini, seorang pelaku tampak melarikan diri ke arah atap gedung dan berteriak "Allahu Akbar" seraya terdengar suara tembakan.

Kantor Charlie Hebdo kerap mendapat penjagaan ketat dari polisi karena publikasi-publikasinya yang kontraversial dan satire. Mereka dengan kebencian yang terus-menerus mereka sebarkan dengan kemarahan itu, akhirnya mendapatkan ganjaran, tewas ditembak mati. [afgh/dbs/voa-islam.com]

16 Desember 2014

Rumah Tempat Mengaji Ini Selamat dari Bencana Longsor Banjarnegara

Subhanallah… Sekali lagi Allah memperlihatkan kebesaran-Nya. Di tengah dusun yang luluh lantak, rata dengan tanah, akibat terjangan longsor bukit Telaga Lele, dusun Jemblung, Sampang, Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, ada satu rumah dengan kebun jagungnya utuh, selamat. Rumah itu ternyata biasa digunakan untuk mengaji. Sang pemiliknya pun dikenal tetangganya sebagai orang yang murah hati.

Seperti diketahui, Jumat lalu (12/12), bencana longsor telah menyapu habis rumah penduduk yang berada di lereng bukit. Material longsor mengubur hidup-hidup dusun seluas 25 hektare, dengan 35 rumah dan 55 kepala keluarga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 88 korban dinyatakan masih tertimbun, 20 mayat telah ditemukan serta 15 orang luka-luka.

Seorang warga menunjuk rumah Juan (foto: detik.com)

Di tengah pemandangan yang menggetarkan hati itu, rumah bercat putih itu nampak masih kokoh berdiri. Menurut penelusuran wartawan detik.com, rumah tersebut milik seorang petani jagung dan sayuran, Juan (25).

Dua tetangga Juan, Yono dan Rumiyah memastikan soal ini. Juan memang dikenal sebagai orang baik yang memberi bantuan tanpa pamrih.

"Itu punya Juan, dia orangnya baik suka menolong. Suka bantu-bantu," jelas Rumiyah yang ditemui di pengungsian di Karangkobar, Senin (15/12).

Rumiyah yang rumahnya berada berseberangan dengan rumah Juan mengaku melihat rumah Juan yang utuh sebagai sebuah mukzizat.

"Itu semua keajaiban, itu semua rumah di sekitarnya kena longsor," jelasnya.

Sedang menurut Yono, sosok Juan dikenal sebagai tetangga yang baik. Rumah dia juga kerap dipakai pengajian. "Biasa di kampung dipakai pengajian, selamatan," jelas Yono.

Juan diketahui meninggal dunia dalam peristiwa ini. Dia dan anaknya Daffa (8) saat peristiwa terjadi tengah berada di luar rumah, di tempat orangtuanya. Keduanya tertimbun longsoran. Namun istrinya Khotimah selamat dalam insiden itu.

Secara terpisah, sang istri Khotimah, kepada detik.com mengatakan bahwa dia sendiri tidak tahu bila rumah dan kebun jagungnya yang justru persis berada di bawah bukit aman dari longsor. Khotimah yang sedang hamil tujuh bulan, mengaku saat kejadian benar-benar melihat dengan jelas longsor yang menimbun puluhan rumah itu.

Rumah Juan dan Khotimah, selamat dari longsor (foto: detik.com)

Peristiwa itu terjadi ketika itu dirinya tengah mengambil pakaian dari jemuran bersama keponakannya Wawan (11).

"Saya melihat ada longsor dari atas bukit turun seperti ombak. Saya langsung lari masuk rumah dan menarik wawan dan lari keluar rumah," jelas dia di Puskesmas Karangkobar kepada detik.com.

Khotimah dan Wawan selamat, walau saat lari menyelamatkan diri sempat terdorong tanah beberapa puluh meter. Kini Khotimah terbaring di pengungsian. Petani ini tak mau berkomentar banyak saat ditemui siang ini, Senin (15/12/2014). Dia berduka karena suaminya Juan dan putranya Daffa meninggal dunia. (may/voa-islam.com)

01 Juni 2014

Pelatihan dan Rekruitmen Mudarris DIROSA

Lembaga Pembinaan dan Pengbangan Pendidikan Al-Qur'an LP3Q DPD Wahdah Islamiyah Makassar mengadakan kegiatan Pelatihan dan Rekruitmen Mudarris DIROSA ahad, 1 Juni 2014 di Masjid Darul Hikmah DPP Wahdah Islamiyah jalan antang raya Makassar.
Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pelatihan kepada mudarris atau pengajar dirosa tentang metode pengajaran dirosa. Dirosa sendiri merupakan suatu metode belajar membaca Al-Qur'an untuk orang dewasa yang diterbitkan oleh LP3Q DPP Wahdah Islamiyah.

"Kita berharap dengan adanya kegiatan pelatihan dan rekrutmen mudarris dirosa ini, ketersediaan pengajar dirosa di kota Makassar dapat mengimbangi permintaan pembentukan halaqah atau majelis dirosa yang ada" Kata Ustadz Muhammad Ilham selaku sekretaris LP3Q DPD Wahdah Islamiyah Makassar kepada redaksi al-Bugisiy.

BACA JUGA

HUKUM MINTA RUQYAH DAN APAKAH RUQYAH MANDIRI LEBIH AFDHAL?

  Banyak bahasan yang perlu diketahui dalam perkara ruqyah Syar'iyyah. Terutama seorang praktisi Ruqyah Syar'iyyah sangat perlu unt...